Meningkatkan Subsidi untuk Para Ibu Pejuang Vietnam

oleh Pham Thuy Dung (June)
BIPA, Universitas Indonesia

Pengetahuan Umum Mengenai Para Ibu Pejuang Vietnam

“Rakyat Vietnam memiliki patriotisme yang sangat luar biasa sehingga menjadi tradisi bangsa. Tradisi ini telah meresap ke setiap warga negara dan menciptakan kekuatan bangsa”, ujar Ho Chi Minh, presiden pertama Repulik Sosialis Vietnam. Dikenalnya nasionalisme masyarakat Vietnam dari sepanjang sejarah bangsa, khususnya dapat mengalahkan pasukan Prancis dan Amerika Serikat membuat mereka tetap mempertahankan kedaulatan teritorial. Namun, seseorang pemandu wisata sejarah Terowongan Cu Chi, Kota Ho Chi Minh yang bernama Nguyen Hai Dang telah mengatakan bahwa ternyata tidak ada pihak pemenang dalam perang, semuanya pecundang karena tidak ada satu orang pun yang ingin hidup pada zaman perang. Seperti yang kita ketahui bersama, berperang merupakan kejadian yang ingin dihindari oleh Vietnam karena kecintaan perdamaian dalam hati setiap orang, tetapi negara berbentuk huruf S ini harus melawan bukan hanya Prancis, melainkan juga Jepang dan Amerika Serikat dari tahun 1878 hingga kemerdekaan pada tahun 1975. Dengan demikian, perang tersebut menyebabkan konsekuensi buruk baik ekonomi, maupun manusia.

Dampak terhadap manusia pada pascaperang harus dirasakan masyarakat bukan hanya Vietnam, melainkan juga dunia. Sejak tahun 1954 hingga tahun 1975, jumlah tentara nasional yang meninggal akibat Perang Vietnam mencapai 1,1 juta (Lịch sử kháng chiến chống Mỹ cứu nước, 2008), bahkan total kasus korban jiwa sebanyak 5 juta orang (Nick Malloni, 1991) selama periode tersebut. Ditinjau dari fakta itu, dapat kita katakan bahwa tidak sedikit para ibu kehilangan anggota keluarganya, khususnya suami atau anak-anak laki-laki yang mengorbankan hidupnya untuk perdamaian di Tanah Air. Oleh karena itu, diterbitkanlah piagam penghargaan bernama “Ibu Pejuang Vietnam”. Mereka mendapat piagam penghargaan itu jika berada di salah satu situasi berikut ini: kehilangan 2 anak tentara; memiliki 2 anak dan 1 orang meninggal, yang lain terluka lebih dari 81% tubuhnya; memiliki 1 anak tunggal dan dia meninggal; memiliki 1 anak yang meninggal dan suami atau dirinya meninggal akibat perang. Pada tanggal 17 Desember 1994, Presiden Vietnam saat itu telah menandatangani surat keputusan piagam penghargaan untuk 19.879 Ibu Pejuang Vietnam pertama kali.

121018phunuvn06-62fa1.jpg
Wanita dalam Perang Vietnam

Sayangnya, subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam tidak layak dengan dedikasi mereka. Hanya sedikit anggaran negara dikeluarkan untuk mendukung kehidupan para Ibu Pejuang Vietnam belakangan ini. Mereka menerima subsidi sebesar Rp10 juta untuk satu kali saja, dan subsidi per bulan dari Rp2 juta hingga Rp3,2 juta tergantung jumlah anak-anak tentara yang telah meninggal akibat perang. Selain itu, orang yang mengurus para Ibu Pejuang Vietnam pun mendapat Rp680.000 setiap bulan (baodongthap, 2015). Menurut pendapat saya, jumlah subsidi yang diberikan pemerintah kepada Ibu Pejuang Vietnam sangat rendah sehingga sebagai cara untuk mengungkapkan terima kasih, jumlah subsidi tersebut harus ditambah.

Berdasarkan data dari Serikat Perempuan Kota Ho Chi Minh, dari bulan Desember, tahun 1994 sampai tahun 2001, Pemerintah Repulik Sosialis Vietnam telah menganugerahkan penghargaan “Ibu Pejuang Vietnam” kepada 44.253 orang. Namun, sebagian besar masih mengalami kondisi kehipdupan yang sangat sederhana. Semua Ibu Pejuang Vietnam saat ini sudah sangat tua karena 43 tahun telah lewat dari kemerdekaan Vietnam pada tahun 1975. Bahkan, pada tahun 2017, dari 48 Ibu yang menerima piagam penghargaan “Ibu Pejuang Vietnam” terbaru, hanya 1 orang masih hidup dan beliau dilahirkan pada tahun 1930. Tambahan pula, kenyataannya para ibu yang paling terhormat di Vietnam tinggal di tempat terpencil, bukan kota besar sehingga mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan hak mereka. Selain itu, mereka biasanya tinggal dengan keturunan sehingga menimbulkan konflik antara generasi.

121018phunuvn09-ce41a.jpg
Beraninya Ibu Pejuang Vietnam

Sebagaimana telah diketahui bersama, para Ibu Pejuang Vietnam sempat berkontribusi tidak sedikit pada kemenangan perang secara keseluruhan. Menerima piagam penghargaan “Ibu Pejuang Vietnam” berarti mereka telah mendedikasikan waktu sepenuhnya mengurus rumah, suami, juga anak dalam periode pertempuran sengit. Berkat dukungan para Ibu Vietnam, mereka dapat berperang dengan semangat yang sangat tinggi. Bahkan, para Ibu Pejuang Vietnam tidak hanya berdiri di belakang militer Vietnam, tetapi juga ikut berperang dan membuat musuh panik dan ketakutan yang tidak dapat kita abaikan. Setelah perang berhenti di negara yang terletak di Asia Tenggara itu, mereka juga mengalami penderitaan jika kehilangan suami atau anak. Oleh karena itu, para Ibu Pejuang Vietnam sudah sepantasnya menerima subsidi yang sesuai dengan dedikasi dan pengorbanan mereka.

Rendahnya Subsidi untuk Para Ibu Pejuang Vietnam

Di sisi lain, pemerintah Vietnam telah membangun monumen yang berada di Provinsi Quang Nam untuk menghormati para Ibu Pejuang Vietnam dengan biaya sebesar Rp222 miliar. Terlebih, para pemimpin di provinsi, tempat terjadinya perang sengit itu menyatakan bahwa hanya monumen yang sangat besar baru menunjukkan sepenuhnya pentingnya para Ibu pejuang Vietnam. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa beberapa pihak berpendapat bahwa subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam tidak perlu ditambah lagi. Benarkah keberadaan pembangunan itu menjadi simbol ucapan terima kasih kepada para Ibu Pejuang Vietnam dari rakyat zaman kini? Dengan diberlakukannya kebijakan membangun monumen ini, rakyat Vietnam bertanya-tanya sebaiknya anggaran negara digunakan sebagai penambahan subsidi setiap bulan atau membuat sebuah monumen yang besar sekali.

2vmvp.jpg
Monumen Yang Tersebut. Namanya Nguyen Thi Thu

Di samping itu, Vietnam merupakan negara berkembang, dan penyebab ekonomi Vietnam tidak stabil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dilihat dari sudut ekonomi makro, berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh majalah The Economist pada tanggal 16 Juli 2017, uang sektor publik negara Vietnam di atas 94 miliar dollar Amerika Serikat. Selain itu, Dr. Tran Dinh Thien, Mantan Kepala Lembaga Ekonomi Vietnam juga menyimpulkan bahwa pengusaha belakangan ini belum berpotensi, baik perusahaan negara, maupun perusahaan swasta. Menambah subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam dianggap tindakan yang memperlambat kemajuan ekonomi negara secara keseluruhan. Tambahan pula, jika berbicara tentang kemajuan negara, Vietnam sebagai negara berkembang masih memiliki sederet prioritas yang memerlukan anggaran, seperti pendidikan, kesehatan, sarana/prasarana, dan sebagainya. Disangkanya sudah baik, alih-alih harus meningkatkan subsidi lagi diduga terjadi karena faktor ekonomi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Kesalahan dalam Kebijakan Pemerintah Vietnam

Seperti telah diuraikan pada paragraf ke enam, pemerintah Vietnam sempat berinvestasi dengan anggaran yang besar untuk menciptakan sebuah monumen yang menunjukkan penghormatan kepada para Ibu Pejuang Vietnam. Menurut Bapak Pham Trung, Kepala Departemen Seni Modern (Institute of Fine Arts), membangun monumen terbesar di Asia Tenggara dianggap seperti orang miskin membelai gajah untuk tujuan hIburan saja (Vnexpress, 2011). Seperti yang telah dikemukakan Bapak Pham Trung, Ibu Pejuang Vietnam Le Thi Tri berkata: “Saya tidak mendukung pembangunan itu karena menghabiskan banyak uang dan hal itu justru tidak menyenangkan bagi Ibu saya”. Ibu beliau adalah Ibu Pejuang Vietnam yang bernama Nguyen Thi Thu dan beliau dipilih menjadi model untuk monumen tersebut. Senada dengan Ibu Le Thi Tri, Ibu Pejuang Vo Thi Kha mengatakan bahwa sebaiknya pemerintah hanya menggunakan sedikit anggaran untuk monumen itu, sisanya didedikasikan untuk merawat anak yatim, penyandang disabilitas, membantu anak-anak jalanan supaya bisa bersekolah. “Negara kita masih memiliki banyak desa-desa kemiskinan”, ujar Ibu yang kehilangan suami dan 2 anak laki-laki dalam perang Vietnam.

Redsvn-Philip-Jones-Griffiths-Vietnam-war-20.jpg

Tambahan pula, berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan Vnexpress pada tahun 2015, 52% responden dari 8.894 orang berpendapat tidak setuju dengan keputusan pembangunan monumen tersebut. Sebenarnya, mereka menyimpulkan bahwa anggaran yang digunakan untuk pembangunan monumen itu harus dipakai untuk tujuan yang lebih efektif dan praktik untuk kehidupan masyarakat, salah satunya menambah subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam seperti penambahan secara finansial. Di samping itu, 7102 responden atau 41,8% mengatakan bahwa pemerintah boleh membangun monumen untuk menghormati para Ibu Pejuang Vietnam, tetapi sebaiknya tidak dengan cara membuang-buang banyak anggaran negara. Sebaliknya, hanya 4,5% responden berpikir bahwa diperlukannya monumen yang sangat besar sebagai simbol untuk para Ibu Pejuang Vietnam sehingga dunia dapat memahami sepenuhnya pentingnya mereka dalam kemenangan perang di Vietnam. Dapat kita simpulkan bahwa survei tentang keterkaitan antara para Ibu Pejuang Vietnam dan pembangunan monumen itu menarik perhatian rakyat Vietnam karena dalam hanya 3 hari, jumlah responden yang mengikuti survei tersebut telah mencapai 17.005 orang.

Redsvn-Philip-Jones-Griffiths-Vietnam-war-43.jpg

Dari sudut ekonomi, tidak efektifnya kebijakan dana dari pemerintah Vietnam menimbulkan masalah bahwa anggaran negara tidak digunakan secara berlebihan untuk tujuan kesejahteraan, yaitu subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam. Di samping itu, keterlibatan pelaku korupsi dalam beberapa proyek pembangunan yang telah menjadi berita hangat akhir-akhir ini menyebabkan kemarahan dan kekecewaan bagi rakyat Vietnam karena uang korupsi berjumlah ratusan milliar rupiah (Vnexpress, 2017). Saya pribadi menganggap bahwa masalah kurangnya subsidi untuk para Ibu Pejuang Vietnam tersebut tidak dapat dibatasi jika Vietnam masih kekurangan para pemimpin yang tidak hanya bertindak tegas terhadap koruptor, tetapi juga peduli terhadap golongan yang telah berperang atas nama bangsa. Dengan kata lain, bagaimanapun, hal yang paling penting mengenai kondisi ekonomi negara adalah cara menggunakan anggaran dengan tujuan yang memuaskan bagi sebagian besar masyarakat. Dapat dibayangkan jika anggaran negara yang diambil dari pajak masyarakat dipakai secara efektif dan korupsi dihapuskan, golongan yang membutuhkan perhatian dari pemerintah, yaitu para Ibu Pejuang Vietnam akan menerima manfaat yang lebih banyak dari anggaran tersebut.

Menghormati Para Ibu Pejuang Vietnam dengan Cara yang Baik

Kekuatan bangsa Vietnam berlandaskan nasionalisme dari kebersamaan warga negara sehingga negara yang terlihat kecil ini dapat mengalahkan Amerika Serikat, negara dengan militer terbaik waktu itu. Pada saat perang terjadi, mayoritas rakyat Vietnam telah berjuang atas nama negara, terlebih mengorbankan jiwa dengan ikhlas. Tidak dapat kita abaikan bahwa kemenangan Vietnam bertuliskan daftar orang-orang yang berperang dengan semangat tinggi untuk mengembalikan perdamaian Tanah Air. Nasionalisme rakyat Vietnam, khususnya para Ibu Pejuang, diketahui di dunia sehingga pemerintah berkeharusan untuk mendukung kehidupan mereka belakangan ini sebanyak mungkin. Bahkan, ternyata kemenangan tidak lagi berarti ‘”kemenangan” jika kehidupan orang-orang yang pernah berjuang pada saat perang tersebut kurang baik sekarang. Oleh karena itu, tidak ada cara lain yang lebih efektif demi menghormati para Ibu Pejuang Vietnam daripada menambah subsidi untuk mereka.

Sesuai dengan apa yang diyatakan di atas, kehidupan rakyat Vietnam pada masa kini tidak dapat lepas dari sejarah perang yang dipenuhi dengan kesulitan, tantangan, dan kehilangan jutaan anak bangsa, tetapi waktu itu juga melahirkan para pemberani yang tidak akan terlupakan. Bagaimana cara mendidik kaum muda tentang tradisi “minum air, rindu sumbernya” yang keberlanjutannya secara terus-menerus jika kehidupan para Ibu Pejuang Vietnam tidak dijamin karena kekurangan finansial? Membayangkan gaya hidup di zaman .  Hanya dengan cara meningkatkan subsidi setiap bulan untuk para Ibu Pejuang Vietnam, alih-alih menciptakan monumen yang besar sekali, dapat menyelesaikan masalah tersebut secara efisien. Sebenarnya, subsidi tersebut justru membantu bukan hanya para Ibu Pejuang Vietnam, melainkan juga keturunannya agar mereka dapat mengurus ibu atau neneknya sebaik mungkin. Dengan kata lain, masalah tersebut tidak sulit jika diatasi bersama-sama antara Pemerintah Vietnam, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, pun Kementerian Tenaga Kerja, Tentara cacat akibat perang, dan Sosial sehingga golongan yang telah berkontribusi tidak sedikit pada perdamaian bangsa dapat memiliki kehidupan yang paling layak sesuai dengan dedikasi mereka.

Daftar Pustaka

Ban Thi đua – Khen thưởng tỉnh, “Chế Độ Ưu Đãi Đối Với Bà Mẹ Việt Nam Anh Hùng”.

Báo Đồng Tháp 18 Mei 2015. 3 Agustus 2018.                <http://www.baodongthap.com.vn/newsdetails/1D3FE188CC5/Che_do_uu_dai_doi_voi_Ba_me_Viet_Nam_Anh_hung.aspx>

Hưng, Nguyễn, “Xây Tượng Đài Hoành Tráng Cũng Như Nhà Nghèo Nuôi Voi Chơi.

Vnexpress 23 September 2011. 3 Agustus 2018.<https://vnexpress.net/tin-tuc/thoi-su/xay-tuong-dai-hoanh-trang-cung-nhu-nha-ngheo-nuoi-voi-choi-2206214.html>

Lịch sử kháng chiến chống Mỹ cứu nước (1954-1975), t. 8, Nxb. Chính trị quốc gia. Hà Nội, 2008, hlm. 436.

Nick, Malloni, Agent of Destruction, Far Easten Economic Review, 1989, hlm. 38-39;

Peter, Korn, The Persisting Poison, 1991, pp.440-45.

Tín, Trí, “Mẹ Tôi Chắc Không Vui Nếu Tượng Đài Tốn Kém.Vnexpress 22 September 2011. 3 Agustus 2018.

<https://vnexpress.net/tin-tuc/thoi-su/me-toi-chac-khong-vui-neu-tuong-dai-ton-kem-2206104.html>

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close